Ari Sihasale : Denias dan Nafas Baru Perfilman Nasional
9 October 2006 – www.indonesinema.com

Keinginannya untuk menjadi bagian dari kebangkitan film Indonesia merupakan bahan bakar utama yang memicu Ari Sihasale mendirikan Alenia Production, sebuah rumah produksi yang didirikanya bersama sang istri Nia Zulkarnaen. “Dengan Alenia Production saya berharap saya tetap dekat dengan dunia film yang saya cintai,” ujar Ale, sapaan akrab pria keturunan Ambon yang lahir di Papua, 5 Oktober 1973.

Alenia Production kini telah berhasil menelurkan film layar lebar perdananya, bertajuk “Denias, Senandung di Atas Awan” yang bakal diputar serentak mulai 19 Oktober. Dalam bincang bincang dengan Aris Kurniawan dari Indosinema, Ari Sihasale menuturkan seputar filmnya tersebut. Berikut petikannya.

Kenapa Anda memproduksi Denias, Senandung di Atas Awan?
Berawal dari kerinduan kita untuk ikut ambil bagian dalam perfilman nasional yang lagi bangkit. Tapi kita nggak mau membuat film yang umum. Bukan berarti kita sok, tapi karena kita PH baru, kita ingin hadir dengan sesuatu yang langsung bisa diingat orang.

Maka, kemudan saya mencoba cari cerita dari tanah Papua. Dengan mengangkat Papua, saya berharap bisa memberi warna lain bagi perfilman kita. Wilayah Indonesia Timur jarang diangkat. Tapi ceritanya, saya tidak hanya membicarakan tanah Papua, melainkan persoalan pendidikan anak-anak.

Dan hal ini bukan hanya persoalan anak-anak di Papua, tapi banyak anak-anak di Indoensia. Jadi Papua hanya merupakan simbol saja. Karena persoalan yang diangkat bisa menyangkut seluruh anak-anak di Indoensia.

Jadilah cerita si Denias ini, bagaimaan seorang anak kampung, yang bukan anak siapa-siapa tapi dia punya semangat. Ini yang mau kita sampaikan. Walaupun pintar, kalo tidak punya semangat akan sia-sia. Tapi walaupun tidak pintar, tapi punya semangat luar biasa untuk belajar dan berubah, maka bisa berguna.

Temanya beda, nggak takut rugi?
Bicara untung rugi saya kira faktor x. Walaupun syuting di Jakarta dengan tema percintaan, banyak juga yang jeblok. Saya berprinsip, kalau kita bikin dengan serius. Dan promosi yang baik. Saya yakin bisa diterima. Masalah rugi atau tidak, kita serahkan pada Tuhan.

Film ini banyak memuat pesan kemanusiaan...

Sebenarnya kita hanya ingin menunjukan tentang semangat seorang anak untuk berjuang. Tapi dalam pembuatan rupanya banyak sekali pesan lain, seperti persahabatan, mengakui kesalahan, berkorban untuk sesama. Nilai-nilai seperti ini mungkin yang sekarang harus dilihat oleh bangsa ini yang senang mencari kambing hitam.

Soal pemilihan pemain?
Para pemain hasil diskusi dengan kawan-kawan.

Termasuk Marcella Zalianty?
Memilih Marcella bukan hanya karena dia the best actress, melainkan juga karena dia seorang aktress yang serius, dan memiliki semangat dan visi yang sama.

Kekhawatirkan terbesar saat Anda menggarap film ini?
Pertama, film ini bisa diselesaikan dengan baik atau tidak. Karena terus terang medannya berat. Meskipun ceritanya ringan. Misalnya pas mau syuting ada keributan. Dan faktor alam lainnya. Tapi alhamdulillah on schedule semuanya. Pengalaman menarik selama syuting.

Saya harus memimpin tim kecil, intinya hanya 27 orang. Menyatukan semuanya supaya bisa berjalan dengan lancar. Alamnya Papua ‘kan ganas, dari Wamena ke Hobema harus nyebrang danau.

Siapakah artis artis
dibalik kesuksesan Denias?

read more
Denias, anak seorang petani suku di pedalaman tengah Papua. Semangat dan keinginan sekolah selalu bergejolak di batin dan pikirannya.
read more
 
 
   

| HOME | NEWS & ARTICLES | CONTACT US | DISCLAIMER |
Allrights reserved©2006 - ALENIA PICTURES